Krisis Finansial Global Hingga Tahun 2010

Krisis yang dipicu oleh “Bodong-nya” Kredit kepemilikan rumah di Amerika (Supreme Mortgage) yang memicu ambruknya sejumlah lembaga keuangan raksasa AS, Lehman Brothers, Fannie Mae, Freddie Mac dua Institusi Keuangan penyedia kepemilikan rumah, American International Group (AIG) serta 1.500 kasus yang berhubungan dengan kepemilikan perumahan lainnya kini sedang diselidiki oleh Biro Penyelidik Federal (FBI). Yang diduga menjadi biang krisis.

Krisis Kredit kepemilikan rumah di AS akhirnya berdampak pada krisis global di negara-negara lain, yang pasti juga efek domino ini akan mampir ke Indonesia dan saat ini kita mulai merasakannya. Hingga terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi dibanyak negara di dunia. Otoritas Fiskal dan Moneter serius mencermati perkembangan ini, Sejumlah kiat dilakukan untuk mengantisipasi krisis yang kian parah dan akan terjadi.

Menurut Kepala Morgan Stanley Asia yang juga pernah menjadi Kepala Tim Ekonomi Global Morgan Stanley Stephen Roach memprediksi krisis ini akan berlanjut hingga tahun 2010. Roach menyarankan agar pemerintah Indonesia dan negara-negara berkembang lainnya sebaiknya menyiapkan diri dengan memperkuat perekonomian domestic. Dalam keadaan normal pertumbuhan yang didukung oleh daya beli Internasional (export) akan sangat baik sebab permintaan dunia kuat, karena dimasa krisis ini daya dukung domestik menjadi tumpuan, Indonesia harus lebih agresif dalam mencari celah pasar export untuk mengantisipasi nilai export yang merosot.

Perlu komitmen kolektif bersama (negara lain) sebab krisis ini tidak dapat diatasi sendiri-sendiri. Bisa saja krisis ini baru berakhir hingga tahun 2010 menurutnya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani, mengatakan tingkat urgensi dari kondisi global saat ini sama sekali belum reda, yang kita semua mungkin belum bisa memprediksi secara akurat apa pada akhirnya, fokus pemerintah saat ini adalah menjaga dari sisi daya beli, selain terus menjaga stabilitas dan kebijakan yang ada.

Di beberapa negara seperti Amerika, Jerman, Jepang dan lainnya menggelontorkan dana bailout swap besar-besaran untuk menjaga neraca keuangannya

Amerika

700 miliar dolar

Inggris

691 miliar dolar

Jerman

680 miliar dolar

Irlandia

544 miliar dolar

Prancis

492 miliar dolar

Asia (Jepang, Korea, China + Asean dengan komposisi 80 % + 20%)

80 miliar dolar

(reuter)

Fasilitas Swap (pertukaran suatu valuta dengan valuta lainnya atas dasar kurs yang disepakati) memungkinkan bank sentral menarik pinjaman jangka pendek melalui mekanisme swap mata uang Negara bersangkutan (uang domestik) terhadap dolar AS, Yen atau Euro. Untuk mengantisipasi pergerakan nilai tukar valuta pada masa datang yang digunakan untuk menjaga nilai tukar domestik dan menjaga cadangan devisa ditingkat yang aman, hal ini juga ditempuh bank Indonesia dengan melakukan kebijakan – kebijakan yang antara lain;

Tenor Foreign Exchage Swap diperpanjang dari maximum 7 hari menjadi 1 bulan.

Menyediakan pasokan valas bagi perusahaan domestik melalui perbankan berdasarkan underlying transaction.

Rasio Giro Wesel Minimum (GWM) valas bagi bank umum dan syariah diturunkan dari 3,0% menjadi 1,0%.

Menurut ketentuan pasal 4 BBI No. 7 tentang batasan posisi saldo harian pinjaman luar negeri jangka pendek dengan meniadakan batasan posisi saldo harian pinjaman luar negeri jangka pendek, pencabutan ini untuk mengurangi tekanan pembelian rekening rupiah ke valas oleh nasabah asing.

Menyederhanakan perhitungan GWM rupiah menjadi 7,5 % yang hanya didasarkan dana pihak ke 3 yang dimiliki perbankan.

Kita semua berharap krisis ini dapat segara teratasi dan berakhir dan dapat mengubah cara pandang ekonomi yang semula menganggap Amerika sebagai raksasa ekonomi tapi dapat hancur sesaat hanya dari krisis kepemilikan rumah saja, kita dapat melihat saat ini munculnya pusat-pusat kekuatan baru di bidang ekonomi dan investasi saat ini bukan lagi di world trade centre dan Lehman Brothers melainkan di Abu Dhabi, pusat perusahaan publik terbesar bukan di Amerika tapi di Beijing China, Pusat perfilman saat ini bukan lagi di Hollywood tapi di Bollywood di Mumbai India, Gedung tertinggi di dunia bukan lagi di Wold trade Centre tapi ada di Taipei dan Dubai, Pesawat terbesar di dunia bukan di buat di Amerika tapi oleh Negara-negara Eropa.

Krisis kita pernah menghadapinya dan pernah mendapat pelajaran yang berharga yang mudah-mudahan hal ini dapat menjadikan pengalaman dan dapat dipetik hikmahnya, dan mudah-mudahan tidak malah terperosok ke jurang yang lebih dalam lagi. Karena bangsa ini telah mengalami kesulitan hidup di segala bidang dan semakin jauh tertinggal dengan negara-negara lain. Keadilan dan kemakmuran akan semakin jauh dari kita, dalam keadaan keterpurukan yang multi-dimensi seperti ini pun justeru korupsi semakin merajarela. Timbul pertanyaan apakah kita rela bila keadaan ini dibiarkan terus menerus?

Lalu apa yang kita mesti lakukan? Partai Perjuangan Indonesia Baru (Partai PIB) seperti yang telah dicetuskan oleh para pendirinya antara lain (alm) DR. Syahrir, mantan penasihat ekonomi presiden/anggota dewan pertimbangan presiden (Wantimpres), yang juga ekonom senior, lahir dari keprihatinan ini berkehendak menghentikan kemerosotan ekonomi dan politik bangsa ini. Partai PIB ingin melihat bangsa ini maju beriringan dengan bangsa-bangsa lain agar keterpurukan ini dapat menjadi kemajuan. (FS)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s