BBM Turun Kok Tarif Angkot Tidak Turun?

Itu adalah pertanyaan umum. Baik rakyat mau pun sebagian pejabat mungkin bertanya seperti itu.

Ketika premium Rp 4.500/liter tarif angkot Rp 2.000 sekali jalan. Ketika naik jadi RP 6.000/liter tarif angkot naik jadi Rp 2.500. Nah ketika premium diturunkan jadi Rp 4.500/liter kok para sopir dan organda tidak mau menurunkannya jadi Rp 2.000?

Organda menyatakan hanya sanggup turun Rp 300. Kalau sampai Rp 500, dan berhenti operasi, itu bukan mogok. Tapi biaya operasional tidak tertutup.

Kecemasan para sopir dan organda beralasan. Premium bukan satu2nya komponen biaya. Jika setoran tidak turun, para sopir rugi. Jika dollar tidak turun dari Rp 11.500 kembali ke 9000-an, organda rugi karena biaya part kendaraan jadi naik. Makanan2 warteg juga sudah pada naik.

Jadi kalau pemerintah ingin agar tarif angkutan bisa turun hingga Rp 2.000 lagi, minimal premium diturunkan jadi RP 3.500/liter. Toh harga Pasar juga sudah Rp 3.800/liter.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s