Ponari: Gambaran Pendidikan dan Kesehatan di Indonesia

Banyaknya rakyat Indonesia yang mengantri berobat ke “Dukun” cilik Ponari hingga mencapai puluhan ribu orang per hari menggambarkan Pendidikan dan Kesehatan yang ada di Indonesia.

Pendidikan begitu mahal sehingga tidak banyak orang yang bisa menikmati sekolah. Sehingga mereka tidak terdidik dan bodoh. Begitu ada isyu batu dari petir yang bisa menyembuhkan dan beberapa kesaksian sembuh dari beberapa orang, berduyun-duyun mereka datang meski akhirnya ada 4 orang yang tewas baik karena berdesak-desakan antri atau pun karena penyakitnya tidak sembuh meski sudah minum air celupan batu Ponari.

Berobat ke dokter atau rumah sakit? Ke dokter biaya konsultasi mungkin RP 50 ribu, namun obatnya bisa mencapai ratusan ribu rupiah. Itu pun kadang tidak bisa cuma sekali. Bisa berkali-kali hingga mencapai jutaan rupiah.

Ke Rumah Sakit apalagi. Kalau sudah masuk rumah sakit selama seminggu, meski tidak operasi uang anda bisa habis sampai sepuluh juta rupiah lebih. Mau keringanan? Anda harus daftar jadi keluarga miskin dulu. Kalau anda dianggap kaya, meski gaji anda cuma Rp 2 juta/bulan, anda tidak tergolong miskin.

Harusnya pendidikan dan kesehatan terjangkau oleh seluruh rakyat Indonesia. Semoga seluruh rakyat Indonesia termasuk para caleg atau pun orang yang sudah memimpin menyadari hal ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s